Cara Migrasi Database dari SQL Server ke SQL Azure

Pada tutorial kali ini akan dibahas bagaimana cara melakukan migrasi dari SQL Server database ke SQL Azure. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah instalasi SQL Database Migration Wizard pada tautan berikut.

image

Sebagai contoh pada tutorial kali ini kita akan mengeksport database dengan nama StorageDb ke SQL Azure.

 image

Caranya cukup mudah, pertama masuk kedalam portal Azure anda di halaman http://portal.azure.com. Kemudian buat SQL Azure dengan cara klik pada SQL Databases, kemudian pilih Add, kemudian masukan nama database yang akan dibuat sebagai contoh StorageDb, pada konfigurasi server tambahkan server baru karena kita belum membuat server sebelumnya.

image

Untuk paket kita akan mencoba paket yang paling murah yaitu paket basic seharga 7orb-an per bulan. Untuk pilihan region, anda dapat memilih region yang paling dekat dengan lokasi target pengguna anda.

image

Untuk group, anda dapat menambahkan group baru jika belum memiliki group. Group digunakan untuk mengelompokan resource yang anda buat pada layanan Microsoft Azure.

image

Langkah terakhir tekan tombol Create. Setelah beberapa saat anda akan melihat bahwa database pada SQL Azure sudah berhasil dibuat.

image

image

Setelah database di SQL Azure siap, maka langkah selanjutnya adalah menggunakan tools SQL Database Migration Wizard.  

Sebelumnya anda dapat menambahkan konfigurasi firewall pada SQL Azure agar komputer anda dapat terkoneksi kedalam layanan SQL Azure, ikuti langkah dibawah ini.

image

Kemudian tambahkan ip dari komputer anda pada daftar tersebut agar anda dapat mengakses layanan SQL Azure dari komputer anda.

image

Buka SQL Database Migration Wizard, pilih Azure SQL Database sebagai target server, kemudian pada pilihan Migrate pilih Database. Tekan tombol Next

 image

Pertama anda harus memasukan informasi sumber data yang akan dimigrasikan ke SQL Azure, pada contoh ini saya menggunakan SQL SERVER EXPRESS, dan database yang akan dimigrasi adalah StorageDb.

image 

Kemudian tekan tombol Connect. Pilih Script all database object untuk mentransfer semua object pada database anda ke SQL Azure. Tekan tombol Next.

image 

image

Maka tools ini akan menggenerate semua script yang dibutuhkan.

image

Langkah selanjutnya adalah menambahkan database server tujuan, yaitu database server yang sudah anda buat sebelumnya di SQL Azure, masukan informasi koneksi seperti server name, username, dan password. Tekan tombol Connect.

image

image

Tekan tombol next untuk memulai proses migrasi. Setelah proses migrasi selesai akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini.

image

Untuk memastikan apakah semua table beserta isinya sudah berhasil dimigrasikan ke SQL Azure, maka anda dapat membuka tools SQL Server Management Studio, kemudian hubungkan dengan SQL Azure.

image

Maka anda akan dapat melihat database StorageDb yang ada di SQL Azure.

image

Demikian tutorial untuk migrasi database dari database SQL Server di server onpremis kedalam database yang ada pada SQL Azure. 

Azure Table Storage dengan ASP.NET MVC (Part 2)

Pada bagian 1 kita sudah membahas apa itu Azure Table Storage dan bagaimana cara membuat Storage Account pada layanan Azure. Selanjutnya kita akan membuat ASP.NET MVC Project yang dapat terhubung dengan layanan Storage Account yang sudah kita buat, kemudian menambahkan data pada Storage Account berupa Azure Table dan Azure Blob. Azure Table digunakan untuk menyimpan data standard yang bertipe string/number (selain blob). Azure Blob digunakan untuk menyimpan data blob seperti file image, video, pdf, dan format lain yang biasanya mempunyai ukuran relatif besar.

Membuat Project ASP.NET MVC

Buka Visual Studio 2015 kemudian buat ASP.NET MVC Project baru dengan nama  SampleTableStorage. Kemudian pada folder model tambahkan interface baru dengan nama ITableOperations.cs. Method pada interface ini akan diimplementasikan pada method selanjutnya.

using Microsoft.WindowsAzure.Storage;
using Microsoft.WindowsAzure.Storage.Table;
using System.Collections.Generic;
using System.Configuration;
using System;

namespace SampleTableStorage.Models
{
    public interface ITableOperations
    {
        void CreateEntity(StorageEntity entity);
        List<StorageEntity> GetEntities(string filter);
        StorageEntity GetEntity(string partitionKey,string rowKey);
    } 
}

Masih pada folder Model, tambahkan class StorageEntity.cs. Class ini digunakan untuk mendefinisikan data model yang akan dibuat pada Azure Table. Class ini berisi definisi dari field-field yang akan dibuat pada Azure Table.

using Microsoft.WindowsAzure.Storage.Table;
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.ComponentModel.DataAnnotations;
using System.Linq;
using System.Web;

namespace SampleTableStorage.Models
{
    public class StorageEntity : TableEntity
    {
        public StorageEntity()
        { }

        public StorageEntity(int storageId,string city)
        {
            this.RowKey = storageId.ToString();
            this.PartitionKey = city;
        }

        public string StorageId { get; set; }
        public string Size { get; set; }
        public string Environment { get; set; }
        public decimal PriceDay { get; set; }
        public decimal PriceMonth { get; set; }
        public string Space { get; set; }
        public string Access { get; set; }
        public string Description { get; set; }

        [Required(ErrorMessage = "Title Required !")]
        public string Title { get; set; }
        public string Address { get; set; }
        public string City { get; set; }
        public string State { get; set; }
        public string ZipCode { get; set; }
        public string Picture { get; set; }
        public double Length { get; set; }
        public double Height { get; set; }
        public string Phone { get; set; }

    }
}

Setelah membuat TableEntity, maka langkah selanjutnya adalah menambahkan operasi-operasi yang akan dilakukan di Table Storage seperti membuat dan mengambil data pada Azure Table. Pada folder Model, tambahkan class dengan nama TableOperations.cs.

Untuk bekerja dengan Storage Account yang ada di Azure anda harus menambahkan string koneksi pada project anda. Anda dapat mengambil string koneksi tersebut pada portal Azure.

image

kemudian tambahkan string koneksi tersebut pada file konfirgurasi di web.config

<appSettings>
  <add key="webpages:Version" value="3.0.0.0" />
  <add key="webpages:Enabled" value="false" />
  <add key="ClientValidationEnabled" value="true" />
  <add key="UnobtrusiveJavaScriptEnabled" value="true" />
  <add key="keepStorage" value="DefaultEndpointsProtocol=https;AccountName=keepstorage;AccountKey=<key anda>;BlobEndpoint=https://keepstorage.blob.core.windows.net/;TableEndpoint=https://keepstorage.table.core.windows.net/;QueueEndpoint=https://keepstorage.queue.core.windows.net/;FileEndpoint=https://keepstorage.file.core.windows.net/" />
</appSettings>

Setelah string koneksi ditambahkan, anda dapat menggunakan string koneksi tersebut pada aplikasi anda untuk terhubung dengan Storage Account yang ada pada layanan Azure.

using Microsoft.WindowsAzure.Storage;
using Microsoft.WindowsAzure.Storage.Table;
using System.Collections.Generic;
using System.Configuration;
using System;
using System.Linq;

namespace SampleTableStorage.Models
{
    public class TableOperations : ITableOperations
    {
        CloudStorageAccount storageAccount;
        CloudTableClient tableClient;

        public TableOperations()
        {
            storageAccount = CloudStorageAccount.Parse(ConfigurationManager.AppSettings["keepStorage"].ToString());
            tableClient = storageAccount.CreateCloudTableClient();

            CloudTable table = tableClient.GetTableReference("keepstorage");
            table.CreateIfNotExists();
        }
        public void CreateEntity(StorageEntity entity)
        {
            CloudTable table = tableClient.GetTableReference("keepstorage");
            TableOperation insertOperation = TableOperation.Insert(entity);
            table.Execute(insertOperation);
        }

        public List<StorageEntity> GetEntities(string filter)
        {
            //List<StorageEntity> storages = new List<StorageEntity>();
            CloudTable table = tableClient.GetTableReference("keepstorage");

            List<StorageEntity> query = (from entity in table.CreateQuery<StorageEntity>()
                                               where entity.PartitionKey == "City"
                                               select entity).ToList();

            return query;
        }

        public StorageEntity GetEntity(string partitionKey, string rowKey)
        {
            StorageEntity entity = null;
            CloudTable table = tableClient.GetTableReference("keepstorage");
            entity = (from e in table.CreateQuery<StorageEntity>()
                      where e.PartitionKey == partitionKey && e.RowKey == rowKey
                      select e).FirstOrDefault();

            return entity;
        }
    }
}

Tambahkan juga class dengan nama BlobOperations.cs. Class ini akan digunakan untuk membuat dan menambahkan file blob kedalam objek Azure Blob pada Storage Account.

using System;
using System.Web;

using Microsoft.WindowsAzure.Storage;
using Microsoft.WindowsAzure.Storage.Blob;
using System.Configuration;
using System.Threading.Tasks;
using System.IO;


namespace SampleTableStorage.Models
{
    
    public class BlobOperations
    {
        private static CloudBlobContainer storageBlobContainer;

        public BlobOperations()
        {
            var storageAccount = CloudStorageAccount.Parse(ConfigurationManager.AppSettings["keepStorage"].ToString());
            CloudBlobClient blobClient = storageAccount.CreateCloudBlobClient();

            storageBlobContainer = blobClient.GetContainerReference("blobkeepstorage");
            storageBlobContainer.CreateIfNotExists();
        }

        public CloudBlockBlob UploadBlob(HttpPostedFileBase storagePicFile)
        {
            string blobName = Guid.NewGuid().ToString() + Path.GetExtension(storagePicFile.FileName);

            CloudBlockBlob storageBlob = storageBlobContainer.GetBlockBlobReference(blobName);
            using (var fs = storagePicFile.InputStream)
            {
                storageBlob.UploadFromStream(fs);
            }

            return storageBlob;
        }
    }
}

 

Kemudian langkah selanjutnya adalah membuat controller  dengan nama StorageListController.cs. Pada controller ini kita akan menambahkan method yang digunakan untuk menambahkan data ke Azure Table dan Azure Blob.

using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Web;
using System.Web.Mvc;

using SampleTableStorage.Models;
using System.Threading.Tasks;
using Microsoft.WindowsAzure.Storage.Blob;

namespace SampleTableStorage.Controllers
{
    public class StorageListController : Controller
    {
        BlobOperations blobOperations;
        TableOperations tableOperations;
               
        public StorageListController()
        {
            blobOperations = new BlobOperations();
            tableOperations = new TableOperations();
        }
        // GET: StorageList
        public ActionResult Index()
        {
            var storages = tableOperations.GetEntities("Spokane");
            return View(storages);
        }

        public ActionResult Create()
        {
            var objStorage = new StorageEntity();
            //objStorage.StorageId = Guid.NewGuid().ToString();
            objStorage.City = "Spokane";
            ViewBag.Environment = new SelectList(new List<string>() {
                "Outdoor","Indoor"
            });
            ViewBag.Access = new SelectList(new List<string>()
            {
                "Limited","Anytime"
            });

            return View();
        }

        [HttpPost]
        public ActionResult Create(StorageEntity obj,HttpPostedFileBase Picture)
        {
            //upload file to blob
            CloudBlockBlob storageBlob = null;
            if(Picture != null && Picture.ContentLength !=0)
            {
                storageBlob = blobOperations.UploadBlob(Picture);
                obj.Picture = storageBlob.Uri.ToString();
            }

            obj.City = "Spokane";
            obj.RowKey = Guid.NewGuid().ToString();
            obj.PartitionKey = obj.City;
            tableOperations.CreateEntity(obj);

            return RedirectToAction("Index","Home");
        }

    }
}

Setelah membuat controller maka untuk membuat form input yang akan kita gunakan untuk menambahkan data ke Azure Table anda dapat menambahkan view dengan nama Create.cshtml berikut.

@model SampleTableStorage.Models.StorageEntity

@{
    ViewBag.Title = "Create";
}

@using (Html.BeginForm("Create","StorageList",FormMethod.Post, 
    new { enctype = "multipart/form-data" }))
{
    @Html.AntiForgeryToken()
    
    

Storage Entity


@Html.ValidationSummary(true, "", new { @class = "text-danger" })
@Html.LabelFor(model => model.Size, htmlAttributes: new { @class = "control-label col-md-2" })
@Html.EditorFor(model => model.Size, new { htmlAttributes = new { @class = "form-control" } }) @Html.ValidationMessageFor(model => model.Size, "", new { @class = "text-danger" })
</div>
@Html.LabelFor(model => model.Environment, htmlAttributes: new { @class = "control-label col-md-2" })
@Html.DropDownListFor(model=>model.Environment, (IEnumerable)ViewBag.Environment,new { @class = "form-control" }) @Html.ValidationMessageFor(model => model.Environment, "", new { @class = "text-danger" })
</div>
@Html.LabelFor(model => model.PriceDay, htmlAttributes: new { @class = "control-label col-md-2" })
@Html.EditorFor(model => model.PriceDay, new { htmlAttributes = new { @class = "form-control" } }) @Html.ValidationMessageFor(model => model.PriceDay, "", new { @class = "text-danger" })
</div>
@Html.LabelFor(model => model.PriceMonth, htmlAttributes: new { @class = "control-label col-md-2" })
@Html.EditorFor(model => model.PriceMonth, new { htmlAttributes = new { @class = "form-control" } }) @Html.ValidationMessageFor(model => model.PriceMonth, "", new { @class = "text-danger" })
</div>
@Html.LabelFor(model => model.Space, htmlAttributes: new { @class = "control-label col-md-2" })
@Html.EditorFor(model => model.Space, new { htmlAttributes = new { @class = "form-control" } }) @Html.ValidationMessageFor(model => model.Space, "", new { @class = "text-danger" })
</div>
@Html.LabelFor(model => model.Access, htmlAttributes: new { @class = "control-label col-md-2" })
@Html.DropDownListFor(model => model.Access, (IEnumerable)ViewBag.Access ,new { @class = "form-control" }) @Html.ValidationMessageFor(model => model.Access, "", new { @class = "text-danger" })
</div>
@Html.LabelFor(model => model.Description, htmlAttributes: new { @class = "control-label col-md-2" })
@Html.EditorFor(model => model.Description, new { htmlAttributes = new { @class = "form-control" } }) @Html.ValidationMessageFor(model => model.Description, "", new { @class = "text-danger" })
</div>
@Html.LabelFor(model => model.Title, htmlAttributes: new { @class = "control-label col-md-2" })
@Html.EditorFor(model => model.Title, new { htmlAttributes = new { @class = "form-control" } }) @Html.ValidationMessageFor(model => model.Title, "", new { @class = "text-danger" })
</div>
@Html.LabelFor(model => model.Address, htmlAttributes: new { @class = "control-label col-md-2" })
@Html.EditorFor(model => model.Address, new { htmlAttributes = new { @class = "form-control" } }) @Html.ValidationMessageFor(model => model.Address, "", new { @class = "text-danger" })
</div>
@Html.LabelFor(model => model.City, htmlAttributes: new { @class = "control-label col-md-2" })
@Html.EditorFor(model => model.City, new { htmlAttributes = new { @class = "form-control" } }) @Html.ValidationMessageFor(model => model.City, "", new { @class = "text-danger" })
</div>
@Html.LabelFor(model => model.State, htmlAttributes: new { @class = "control-label col-md-2" })
@Html.EditorFor(model => model.State, new { htmlAttributes = new { @class = "form-control" } }) @Html.ValidationMessageFor(model => model.State, "", new { @class = "text-danger" })
</div>
@Html.LabelFor(model => model.ZipCode, htmlAttributes: new { @class = "control-label col-md-2" })
@Html.EditorFor(model => model.ZipCode, new { htmlAttributes = new { @class = "form-control" } }) @Html.ValidationMessageFor(model => model.ZipCode, "", new { @class = "text-danger" })
</div>
@Html.LabelFor(model => model.Picture, htmlAttributes: new { @class = "control-label col-md-2" })
@Html.ValidationMessageFor(model => model.Picture, "", new { @class = "text-danger" })
</div>
@Html.LabelFor(model => model.Length, htmlAttributes: new { @class = "control-label col-md-2" })
@Html.EditorFor(model => model.Length, new { htmlAttributes = new { @class = "form-control" } }) @Html.ValidationMessageFor(model => model.Length, "", new { @class = "text-danger" })
</div>
@Html.LabelFor(model => model.Height, htmlAttributes: new { @class = "control-label col-md-2" })
@Html.EditorFor(model => model.Height, new { htmlAttributes = new { @class = "form-control" } }) @Html.ValidationMessageFor(model => model.Height, "", new { @class = "text-danger" })
</div>
@Html.LabelFor(model => model.Phone, htmlAttributes: new { @class = "control-label col-md-2" })
@Html.EditorFor(model => model.Phone, new { htmlAttributes = new { @class = "form-control" } }) @Html.ValidationMessageFor(model => model.Phone, "", new { @class = "text-danger" })
</div>
</div> </div> }
@Html.ActionLink("Back to List", "Index")

Setelah itu anda dapat mencoba menjalankan aplikasi ini dan memasukan data kedalam Azure Table dan Azure Blob

image

Setelah berhasil anda dapat melihat isi dari Azure Table dan Azure Blob yang sudah anda buat di Visual Studio 2015 Cloud Explorer.

image

image

Azure Table Storage dengan ASP.NET MVC (Part 1)

Banyak developer yang tidak mengetahui apa itu azure table storage, dan ada sebagian developer yang belum tahu benar apa kegunaan dari azure table storage. Bagi kebanyakan developer pengalaman menggunakan table storage adalah menggunakan database relasional seperti SQL Server atau MySQL. Database relasional terdiri dari banyak table, dan setiap table memiliki kolom yang sudah terdefinisi secara jelas. Anda dapat mendefinisikan satu atau lebih kolom sebagai kolom identitas (primary key). Kolom identitas tersebut juga digunakan untuk merelasikan antar table.

Azure menyediakan beberapa cara untuk penyimpanan dan pengaturan data yaitu: SQL Azure untuk menyimpan relasional data, DocumentDb, Blob, dan Table Storage. Bagi developer yang familiar dengan relasional database, Azure Table Storage kadang dirasa janggal dan banyak yang belum paham dengan cara kerjanya.

Secara desain Azure table storage mempunyai potensi untuk menyimpan data dengan jumlah besar, dan menyediakan cara yang efisien untuk pengaksesan kembali datanya. Tidak seperti relational database yang memiliki berbagai macam aturan seperti constrain, relationship, view, store procedure, dll. Pada table storage anda hanya berurusan dengan data. Azure table menggunakan keys yang efisien untuk digunakan meng-query data. Anda juga dapat menggunakan PartitionKey untuk kebutuhan load balancing jika anda memutuskan untuk menyimpan data pada lebih dari satu server. Table storage juga tidak memiliki schema yang spesifik. Table storage hanya merupakan baris data yang terstruktur. Anda dapat memiliki table yang hanya menyimpan satu jenis tipe data saja atau dapat juga menyimpan beberapa jenis tipe data dalam satu table.

image

image 

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menambahkan Storage Account baru pada layanan Azure. Jika anda belum memiliki akun Microsoft Azure anda dapat mendaftar untuk mendapatkan versi trial pada url berikut https://azure.microsoft.com/en-us/pricing/free-trial/

Kemudian tambahkan Storage Account baru, pada contoh berikut

image

image

Pada tahap ini anda sudah berhasil untuk membuat Storage Account baru, pada tutorial selanjutnya kita akan membuat project ASP.NET MVC baru dan menambahkan Azure Table Storage dan Blob kedalam Storage Account yang sudah kita buat.

Pilih mana DocumentDb, Azure Table Storage, atau SQL Azure?

Microsoft Azure kini memiliki tiga macam services untuk penyimpanan data yang dapat digunakan oleh developer yaitu:

  • DocumentDb
  • Azure Table
  • SQL Azure

DocumentDb adalah layanan penyimpanan data No-SQL (bukan merupakan database relasional) yang menyimpan dokumen JSON secara native dan menyedikanan kemampuan index dan berbagai fitur yang lain.  Azure Table juga merupakan opsi lain untuk  penyimpanan data No-SQL yang mempunyai fitur lebih sedikit dibandingkan dengan DocumentDb. Sedangkan Azure SQL merupakan layanan penyimpanan data relasional

Dari perspektif penyimpanan data, Azure SQL adalah satu-satunya layanan database relasional yang disediakan, ini berarti bahwa Azure SQL akan menyediakan skema dan strongly typed data store. Ini membuat Azure SQL memiliki keunggulan pada performa pencarian data pada table dengan index yang kompleks. Table Storage dan DocumentDb adalah penyimpanan bertipe No-SQL yang tidak memiliki skema yang pasti. DocumentDb menyimpan data sebagai objek JSON, dan memperbolehkan attachment pada dokumen, sedangkan Table Storage secara default menyimpan data berupa dokumen XML (walaupun anda dapat mengambil data dalam format JSON). Kelebihan menyimpan data pada format JSON adalah kita dengan mudah dapat melakukan mapping data kedalam JSON object pada aplikasi client. Dibandingkan dengan documentDb, Azure Storage memiliki kapasitas yang lebih terbatas, yaitu hanya dapat menyimpan data sebesar 500GB untuk satu database.

Jika dilihat dari fitur indexing, ketiga model penyimpanan data tesebut mendukung indexing. Azure SQL menawarkan fitur index yang paling lengkap seperti penambahan index pada banyak kolom dan fitur yang lain seperti penggunaan keyword WHERE ketika memfilter data berdasarkan kolom tertentu. DocumentDb juga memiliki fitur penambahan index yang di buat secara otomatis pada dokumen dan juga fitur untuk membuat query yang komplek sama seperti Azure SQL. Azure Table Storage hanya mendukung index pada PartitionKey dan RowKey sehingga kita harus jeli dalam menentukan properti mana yang akan dipilih, karena untuk memfilter data menggunakan kolom lain akan berdampak pada kecepatan pencarian data.

Dari sisi fitur program, Azure SQL menyediakan fasilitas pemrograman server side seperti store procedure, trigger, integrity check, view, dan function. Bahasa pemrograman yang digunakan pada Azure SQL adalah T-SQL. DocumentDb juga memiliki fitur server side programming menggunakan native javascript yang akan memudahkan developer yang sudah familiar dengan pemrograman javascript. Azure Tables tidak menawarkan pemrograman server side.

Untuk fitur integritas data dan transaksi, Azure SQL mempunyai fitur RDBMS referential integrity, dan mendukung transaksi, dengan menggunakan T-SQL, developer dapat menggunakan objek transaksi di sisi server dan menjalankan perintah commit/rollback. DocumentDb tidak memiliki strong referential integrity seperti pada Azure SQL seperti konsep foreign key, tetapi DocumentDb mendukung transaksi melalui bahasa pemrograman javascript pada sisi server. Developer juga dapat menggunakan javascript untuk melakukan pengecekan referential integrity pada sisi server. Azure Table Storage hanya mendukung transaksi dasar menggunakan operasi batch dengan beberapa limitasi.

Untuk perbandingan berdasarkan harga layanan, SQL Azure menawarkan banyak alternatif pilihan berdasarkan kebutuhan. Sebagai contoh untuk layanan paling dasar (basic) dengan tipe single database dan ukuran database sampai dengan 2GB, harga yang ditawarkan adalah mulai dari $5 per bulan. Harga akan bertambah secara signifikan berdasarkan spesifikasi server dan kapasitas layanan yang ditawarkan. Harga paling mahal untuk model elastic database dan kapasistas sampai dengan 1TB yaitu $2700 per bulan.

image 

image

Untuk layanan DocumentDb harga yang ditawarkan mulai dengan $25 per bulan. Harga ditentukan berdasarkan besar penyimpanan dan request unit.

image

Sedangkan Azure Table Storage menawarkan harga yang sangat terjangkau yaitu mulai dari $0.048 per GB per bulan untuk tipe Geographically Redundant Storage (GRS).

image 

Kesimpulan dari pembahasan diatas adalah pemilihan jenis data storage yang disediakan pada layanan Azure dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dari aplikasi yang akan dikembangkan oleh developer, karena masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan. Azure SQL memiliki fitur referential integrity yang lebih baik namun kurang dari segi kapasitas penyimpanan data karena hanya mendukung penyimpanan data sampai dengan 1TB. DocumentDb menawarkan implementasi No-SQL dan pemrograman server side dengan javascript namun memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan Azure Table Storage. Sedangkan Azure Table Storage memiliki fitur yang paling sedikit dibandingkan kedua data storage yang lain namun memiliki harga yang sangat terjangkau dan sudah mendukung geographically redundant.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.